17 Agustus 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

KEHEBATANNYA DIAKUI DUNIA, NAMUN MANTAN ATLET INI TERBUANG DI KOTA SENDIRI


KEHEBATANNYA DIAKUI DUNIA, NAMUN MANTAN ATLET INI TERBUANG DI KOTA SENDIRI
Mantan Atlet Sepak Takrow asal Kota Bontang Padliansyah yang pernah menjuarai sejumlah event baik tingkat Nasional maupun dunia. (Eksposkaltim/ Ndi)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Sudah sering kita mendengar atlet yang dahulu namanya begitu diagungkan karena prestasinya membanggakan, namun harus berakhir dengan  terbuang. Ibarat sebuah pepatah lama yang mengatakan “habis manis sepah dibuang”.

Pepatah tersebut sepertinya berlaku pada kehidupan mantan atlet sepak takraw asal Kota Bontang, bernama Padliansyah. Meski pernah mengharumkan nama Kota Bontang pada kejuaran dunia "King Cup" beberapa tahun silam, namun tetap saja ia tak pernah merasakan timbal balik hasil perjuangannya itu bersama tim.

“Yang jelas selama jadi atlet takraw, saya tak pernah merasakan seperti apa nikmatnya sebagai atlet yang sudah memberikan prestasi kepada kota kelahiran saya sendiri, bahkan hingga saat ini,” terang pria kelahiran Bontang 10 Oktober 1979 silam ini,  Sabtu (27/8/16).

Mirisnya lagi, prestasi yang pernah ia ukir di cabang olahraga sepak takraw bersama tim seakan tak memiliki nilai sama sekali. Bahkan ia tak diberdayakan di cabang olahraga yang telah membesarkan namanya itu, kendati dunia mengakui kehebatannya.

“Saya tidak munafik jika berbicara soal materi, sebagai ucapan terima kasih atas apa yang telah saya berikan untuk Kota Bontang dan atas nama PSTI itu sendiri. Karena selama ini, semenjak saya masih berstatus atlet hingga menjadi mantan atlet, tunjangan atlet tidak ada saya dapatkan,” terang Cikal  (akrab ia disapa).

Kendati demikian, Cikal mengaku berbesar hati menerima perlakuan tersebut, dan berharap apa yang dialaminya ini tak berlaku pada atlet yang ada saat ini. Dari itu ia berharap, pihak terkait yang membina atlet takraw di kota taman untuk lebih peduli dan memperhatikan atlet yang ada saat ini.

“Selaku senior takraw yang ada di Kota Bontang ini, saya lihat adik-adik saya ini tidak terlalu mendapat perhatian dari pihak terkait. Jadi harapan saya, kedepan semoga apa yang kami alami selama ini cukup kami yang rasakan, dan tidak dirasakan oleh atlet-atlet takraw lainnya yang notabene sebagai penerus kami, untuk mengharumkan nama Bontang di kejuaraan-kejuaraan yang mereka ikuti,” harapnya.

Sekedar diketahui, sejumlah prestasi mentereng telah diraih Cikal saat masih menjadi altet diantaranya juara 1 Porprov 1996 di Palu, juara 1 Popnas se Kaltim tahun 2000, juara 3 mengikuti Asia School di Filipina, Kejurnas Prapon sulTeng 2003, Juara 1 Pon Sumsel, dan menyabet juara 1 kategori peregu dan tim di kejuaraan dunia piala King Cup beberapa waktu lalu untuk Indonesia sebagai perwakilan Kota Bontang. Pun menyumbangkan medali emas untuk Bontang di tahun 2006 di Tenggarong.(*)

Reporter : Ndi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0